DATA DEFINITON LANGUAGE

My SQL dan SQL

MySQL adalah perangkat lunak sistem manajemen basis data relasional yang digunakan untuk mengelola atau mengatur database yang memungkinkan user untuk berinteraksi dengan basis data di dalam disk. Lalu, Structured Query Language (SQL) adalah bahasa basis data yang paling populer saat ini.

 

DDL

Data Definition Language (DDL) adalah bahasa basis data yang digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, dan menghapus basis data serta objek-objek yang diperlukan.

 

Menjalankan MYSQL dan Menggunakan perintah-perintah DDL

Aktifkan MySQL dan Apache pada XAMPP :

 

 

Eksekusi aplikasi MySQL :

1. cd c:\xampp\mysql\bin

2. mysql -u root

 

 

Membuat Database :

 

Membuat Table :

 

 

Edit Table  :

 

DATA MANIPULATION LANGUAGE

 

Data Manipulation Language (DML) merupakan bahasa basis data yang berguna untuk melakukan modifikasi dan pengambilan data pada suatu basis data.

Modifikasi data terdiri dari:

  • pengambilan informasi (select),
  • penambahan (insert),
  • pembaruan (update)
  • dan penghapusan (delete).

Select

Perintah ini berfungsi sebagai menampilkan/memanipulasi infromasi sejumlah data yang ada dalam tabel

contoh menampilkan seluruh tabel:

 

Insert

Untuk memasukkan data kedalam tabel

contoh mengisi beberapa kolom dan baris pada tabel:

Update

Mengubah data dalam tabel tertentu

contoh mengubah nama pada kolom nama dengan kondisi dari nis:

Delete

menghapus data yang ingin dihilangkan pada tabel

contoh mengahapus satu nama (baris) pada tabel:

AGGREGASI

  1. AVG() = Menghasilkan nilai rata-rata dari beberapa nilai dan field numerik. (SELECT AVG(nama_field) From nama_tabel)
  2. COUNT()= Menhasilkan jumlah data pada baris.(SELECT COUNT(nama_field) From nama_tabel)
  3. MAX()=Menampilkan nilai terbesar/tertinggi dari beberapa nilai.(SELECT MAX(nama_field) From nama_tabel)
  4. MIN()=Menampilkan nilai terkecil/terendah dari beberapa nilai.( SELECT MIN(nama_field) From nama_tabel)
  5. ROUND()= Membulatkan angka yang memiliki jumlah desimal. (SELECT ROUND(nama_field,jumlah_decimal) From nama_tabel)
  6. SUM()=Menjumlahkan seluruh nilai.numerik dari sebuah field. (SELECT SUM(nama_field) From nama_tabel)
  7. STDDEV_POP()=menghasilkan nilai standar deviasi populasi.(select stddev_pop(nama_field) from nama_table)
  8. VAR_POP()=menghasilkan nilai standar varian dari populasi. (select var_pop(nama_field) from nama_table)

GROUPING

1. Order By

Order by adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan data secara terurut berdasarkan nilai tertentu. Order by dikelompok menjadi 2 jenis yaitu ascending (data diurutkan dari yang terkecil ke terbesar) dan descending(data diurutkan dari yang terbesar ke terkecil).

Perintah umum : SELECT *FROM(nama_tabel) ORDER BY atribut ASC/DESC

 

2. Group By

Group By Group by merupakan perintah yang digunakan untuk mengelompokan beberapa data pada perintah SELECT;

Perintah Umum : SELECT *FROM(nama_tabel) GROUP BY atribut;

3. Having

Fungsi Having terkait dengan GROUP BY dan AGREGASI. Biasanya digunakan untuk menentukan kondisi tertentu pada group by dan kondisi tersebut berkaitan dengan fungsi agrgasi. Fungsi HAVING sebenarnya memiliki kemiripan dengan WHERE dalam penggunaannya. HAVING digunakan dalam SQL karena WHERE tidak dapat digunakan dengan fungsi agregasi.
Perintah Umum: SELECT atribut FROM nama_tabel GROUP BY atribut HAVING fungsi_agregasi:

 

4. View

View dapat disebut sebagai sebuah table semu/bayangan. Data-data pada table view dapat merupakan gabungan dari data pada tabe-tabel lain. View dapat digunakan untuk membatasi pengaksesan atas sebuah table tertentu, jadi user hanya boleh melihat table yang berisi data-data secara spesifik.
Perintah umum: CREATE VIEW NAMA_VIEW AS<QUERY>

 

Multimeter

In: Uncategorized

18 Mar 2015

Multimeter atau multitester adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amperemeter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.

Beberapa kemampuan pengukuran Multimeter yang banyak terdapat di pasaran antara lain :

 

  • Voltage (Tegangan) AC dan DC satuan pengukuran Volt
  • Current (Arus Listrik) satuan pengukuran Ampere
  • Resistance (Hambatan) satuan pengukuran Ohm
  • Capacitance (Kapasitansi) satuan pengukuran Farad
  • Frequency (Frekuensi) satuan pengukuran Hertz
  • Inductance (Induktansi) satuan pengukuran Henry
  • Pengukuran atau Pengujian Dioda
  • Pengukuran atau Pengujian Transistor

Bagian-bagian Pada Multimeter

Ada tiga bagian penting dalam multimeter, yaitu display, saklar selektor dan probe. Keterangan lebih jelas, dapat disimak penjelasan berikut:

  1. Papan Skala : digunakan untuk membaca hasil pengukuran. Pada papan skala terdapat skala-skala; tahanan/resistan (resistance) dalam satuan Ohm (Ω), tegangan (ACV dan DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skala lainnya
  2. Saklar Jangkauan Ukur : digunakan untuk menentukan posisi kerja Multimeter, dan batas ukur (range). Jika digunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam Ω), saklar ditempatkan pada posisi Ω, demikian juga jika digunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV), dan kuat arus (mili Ampere – mikro Ampere). Satu hal yang perlu diingat, dalam mengukur tegangan listrik, posisi saklar harus berada pada batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Misal, tegangan yang akan diukur 220 ACV, saklar harus berada pada posisi batas ukur 250 ACV. Demikian juga jika hendak mengukur DCV.
  3. Sekrup Pengatur Posisi Jarum (preset) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiri papan skala).
  4. Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (Zero Adjustment) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan. Dalam praktek, kedua ujung kabel penyidik (probes) dipertemukan, tombol diputar untuk memosisikan jarum pada angka nol.
  5. Lubang Kabel Penyidik : tempat untuk menghubungkan kabel penyidik dengan Multimeter. Ditandai dengan tanda (+) atau out dan (-) atau common. Pada Multimeter yang lebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfe transistor (penguatan arus searah/DCmA oleh transistor berdasarkan fungsi dan jenisnya), dan lubang untuk mengukur kapasitas kapasitor.

multimter2

Jenis Multimeter

  1. Multimeter Analog

Multieter jenis ini lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti para tukang servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang analog ini. Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple. Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multimeter digital. Namun multimeter jenis ini lebih mudah digunakan sehingga banyak para teknisi yang familiar menggunakan tester analog daripada digital.

pada prinsipnya sebuah multimeter memiliki 3 fungsi pokok yaitu: Ohmmeter untuk mengukur besaran hambatan listrik,Voltmeter untuk mengukur besaran tegangan listrik dan Amperemeter untuk mengukur arus listrik.

1178304_L

  1. Multimeter Dialog

Multimeter digital memiliki akurasi yang tinggi, dan kegunaan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan multimeter analog. Yaitu memiliki tambahan-tambahan satuan yang lebih teliti, dan juga opsi pengukuran yang lebih banyak, tidak terbatas pada ampere, volt, dan ohm saja. Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-bengkel komputer dan service center yang memakai multimeter digital. Kekurangannya adalah susah untuk memonitor tegangan yang tidak stabil. Jadi bila melakukan pengukuran tegangan yang bergerak naik-turun, sebaiknya menggunakan multimeter analog.

010910069

Cara menggunakan Multimeter

Berikut ini cara menggunakan Multimeter untuk mengukur beberapa fungsi dasar Multimeter seperti Volt Meter (mengukur tegangan), Ampere Meter (mengukur Arus listrik) dan Ohm Meter (mengukur Resistansi atau Hambatan)

 Cara Mengukur Tegangan DC (DC Voltage) :

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke DCV
  2. Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 6 Volt, putar saklar selector ke 12 Volt (khusus Analog Multimeter) **Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang lebih tinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.
  3. Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Probe Merah pada terminal Positif (+) dan Probe Hitam ke terminal Negatif (-). Hati-hati agar jangan sampai terbalik.
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.

Cara Mengukur Tegangan AC (AC Voltage)

 

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke ACV
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 220 Volt, putar saklar selector ke 300 Volt (khusus Analog Multimeter)
  3. **Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang tertinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.
  4. Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Untuk Tegangan AC, tidak ada polaritas Negatif (-) dan Positif (+)
  5. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.

Cara Mengukur Arus Listrik (Ampere)

 

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke DCA
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan arus yang akan diukur. Jika Arus yang akan diukur adalah 100mA maka putarlah saklar selector ke 300mA (0.3A). Jika Arus yang diukur melebihi skala yang dipilih, maka sekering (fuse) dalam Multimeter akan putus. Kita harus menggantinya sebelum kita dapat memakainya lagi.
  3. Putuskan Jalur catu daya (power supply) yang terhubung ke beban,
  4. Kemudian hubungkan probe Multimeter ke terminal Jalur yang kita putuskan tersebut. Probe Merah ke Output Tegangan Positif (+) dan Probe Hitam ke Input Tegangan (+) Beban ataupun Rangkaian yang akan kita ukur. Untuk lebih jelas, silakan lihat gambar berikut ini.
  5. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter

Cara Mengukur Resistor (Ohm)

 

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke Ohm (Ω)
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan Ohm yang akan diukur. Biasanya diawali ke tanda “X” yang artinya adalah “Kali”. (khusus Multimeter Analog)
  3. Hubungkan probe ke komponen Resistor, tidak ada polaritas, jadi boleh terbalik.
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter. (Khusus untuk Analog Multimeter, diperlukan pengalian dengan setting di langkah ke-2)

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Multimeter

http://teknikelektronika.com/cara-menggunakan-multimeter-multitester/

 

 

 

Asslamu’alaikum Wr. Wb.

Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Komponen Elektronika dan Rangkaian listrik. Materi ini saya dapat dari praktikum RE (Rangkaian Elektronika) pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Berikut materi yang dapat saya rangkum,

Komponen Elektronika

Komponen elektronika terdiri dari 2 macam, yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Komponen aktif adalah komponen yang memerlukan aliran listrik agar berfungsi dengan baik. Sedangkan komponen pasif adalah komponen yang tidak memerlukan aliran listrik.

Berikut contoh-contoh komponen elektronika
A. Komponen Aktif :

1. Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang berfungsi/berperan untuk penguat arus,switching,stabilisasi tegangan dalam rangkaian listrik. Macam-macam transistor : Transistor Bipolar, Transistor IGBT , Transistor Efek Medan, dan Photo Transistor.

1

2. Dioda
Dioda komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur). Dioda memiliki fungsi sebagai penyearah arus, Dioda terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.

2

Dioda terbagi atas beberapa jenis antara lain :
• Dioda germanium
• Dioda silikon
• Dioda selenium
• Dioda zener
• Dioda cahaya (LED)

3. IC (Integrated Circuit)Sirkuit terpadu (IC) adalah komponen yang dipakai sebagai otak peralatan elektronika.IC memiliki fungsi sebagai mengontrol

B. Komponen Pasif :
1.Resistor
Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (tahanan) dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir.
         Jenis-jenis resistor :
• Variabel Resistor
• LDR (Light Depending Resistor)
• Thermistor
• Trimpot
• Resistor Keramik
• dll.
Cara menghitung resistor :

Pita Empat Warna

3

4

Contoh :
Pita ke-1 = Coklat , pita ke-2 = Hitam , pita ke-3 = Orange , pita ke-4 = ±5%
Nilai resistansi 1.104± 5%
2. Kapasitor
Kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik, memiliki fungsi untuk menyimpan arus. Macam-maca kapasitor :
Kapasitor Elektrolit : 5Kapasitor Biasa :

6

3. Induktor
Induktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya.

Rangkaian Listrik

 A. Jenis Rangkaian

1. Rangkaian Seri

Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.

Rangkaian-Seri-Resistor

2. Rangkaian Paralel

Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Rangkaian-Paralel-Resistor

3. Rangkaian Campuran

Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian seri-paralel (kadang disebut sebagai rangkaian campuran atau rangkaian kombinasi).

Sekian postingan yang dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila ada kesalahan. Dan tidak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih kepada team asdos RE yang sudah mau berbagi ilmu mengenai materi yang diatas 🙂

sumber : wikipedia, modul praktikum RE.

 

Hello world!

In: Uncategorized

9 Mar 2015

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

About this blog

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra.

Photostream

Categories

Archives

Recent Comments

Categories